Posted by : Unknown
Jumat, 19 Juni 2015
Keanehan...
20 september 2013, Cherrystone, washingtone
Akhir-akhir
ini aku tidak bisa fokus melakukan apapun. Lily Cambridge adalah ibuku, dia seorang
ibu rumah tangga yang menyukai bunga. Ibuku sering menanam berbagai macam bunga
dirumah. Pernah terfikir untuk meminta ibu untuk membuat usaha bisnis bunga,
kufikir itu bagus. Tapi ia menolak, ia mengatakan ‘Untuk apa menjual bunga-bunga indah ini? Bukankah lebih bagus jika
ditanam jadi hiasan dihalaman rumah’. Dan aku tak bisa membujuknya lagi,
itu sudah menjadi keputusannya. Gilbert Hardeens, Ayahku. Dia bekerja disebuah
perusahaan instansi, orangnya baik dan perhatian kepada keluarga. Sosok ayah
yang bijaksana, namun dia tidak bisa diajak bercanda. Sementara, Troy Gildeen.
Bukankah kalian tahu dia, hhh... adikku yang paling menyebalkan. Tapi aku
menyayanginya, umurnya berbeda 3 tahun denganku.
Aku membaringkan tubuh diatas tempat
tidur, lalu menutup mataku dengan telapak tanganku.
Hhh... aku lelah. Aku merasa sesuatu masih menjalar dalam diriku. Entah sekedar
perasaan biasa yang semakin meluap ataukah perasaan yang lebih? Aku juga kurang
begitu yakin. Mungkin, karena dia selalu disampingku. Aku tak bisa menepis
perasaan itu lagi. Hhh... aku baru merasakannya. Aku bangun dari tempat tidur
dan pergi ke dekat jendela kamarku. Aku melihat ruangan rumah itu
remang-remang.
“Kau bahkan sibuk memperhatikan
tetangga sebelah tanpa menghiraukan panggilan ibu” suara itu langsung
mengagetkanku dan dengan malas aku berbalik arah.
“Kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu
terlebih dahulu?” tanyaku kembali ke tempat tidur.
“Aku sudah menegtuk pintu kamarmu
beberapa kali, ibu memintaku untuk memanggilmu. Tapi... kau malah asyik dengan
fikiran tentang tetangga sebelah itu? Oh siapa namanya?”. Anak ini membuatku
kesal, aku mengambil bantal lalu aku lemparkan kearahnya.
“Keluar dari kamarku segera !!”
teriakku. Dia langsung menutup pintu kamarku dan aku melangkah gontai mengambil
bantal yang ada didekat pintu kamarku. Hhh... menyebalkan.
Aku keluar menemui ibuku yang sedang
menyiapkan makan malam. “Kau kenapa? Wajahmu terlihat kesal?” tanya ibu yang
membawa salad kearah meja makan.
“Troy bu... dia selalu membuat masalah
denganku”.
“Hei... aku tidak pernah terlebih
dahulu membuat masalah denganmu. Bukankah ibu yang menyuruhku untuk memanggil
gadis yang sedang dilanda rasa ini?” ucapan Troy benar-benar membuat wajahku
memerah.
“Diam kau... kau hanya anak kecil, tau
apa kau tentang perasaan?” ucapku kemudian menyesap anggur yang baru saja
dituangkan oleh ibu pada gelasku.
“Berhentilah anak-anak, jangan membuat
keributan dalam rumah” tegur ibu,
“Dia yang duluan”.
“Kau...”. Suasana keributan dalam
rumah itu seakan membuatku tambah kesal dan aku pergi kedalam kamarku, mencari
ketenangan.
Akhir-akhir ini, aku sangat aneh.
Biasanya aku tak memperdulikan setiap ucapan Troy, tapi kenapa setiap dia
membawa-bawa tentang Daniel, aku seperti terpengaruh kedalamnya. Hhh...
melelahkan dan menyebalkan. Aku yang aneh... Kebisingan yang kudengar disekolah
dan dirumah kini menjadi biasa bagiku. Aku belum mengerti tentang dia, walau
begitu... dia membawa ku pergi dari kehidupan yang lain ini.
