Posted by : Unknown Selasa, 20 Januari 2015

Sekelebat malam yang baru saja hadir
Deringan cakrawala seolah bergema diantara buih-buih bumi yang tengah berputar
Lambaian wawasan yang kusut akibat keterbelakangan
Riuh tawa jutaan yang disebut ilmu namun sedih, bimbang dibalik masamnya muka
Tepuk tangan sipengalaman begitu keras, namun prihatin
Suara desisan dari otak yang selalu bergumul oleh jendela-jendela pengetahuan yang disebut buku
Menyanyi dan menari-nari bersamaan dengan trend canggih yang dikenal dengan elektronik
Dibangku yang bermeja, tersuapi oleh banyaknya intonasi-intonasi yang menggema
Tanpa adanya pemberontakan
menyuapi dan menelan
tanpa menolak dan ditolak
Begitulah pergulatan ditempat itu
Masing-masing memiliki tujuan yang sama
Berkerumun dan berebut
Dari sekian juta benih, hanya satu yang berbunga
Babak pergulatan, bahkan ironisnya...
Yang berbunga itupun hanya terduduk lesu berteman selembar kertas yang penuh dengan bingkaian-bingkaian per kata
Keluar masuk, keluar masuk dari tempat yang diharapkan
Wajah itu tetap sama..
Meskipun angka-angka itu bertambah
Meskipun pujian-pujian itu semakin bertebar dari mulut ke mulut
Namun, wajah itu tetap saja muram
Apakah nelangsa...?? atau inikah juntaian nasib yang tak berpihak??


Untukmu wahai sarjana muda, sepenting itukah IP-K dimatamu??

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Si Perangkai Kata -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -