Posted by : Unknown Kamis, 15 Januari 2015

Aku mengikuti malam
dan mungkin mengikuti pagi, siang, sore hingga menjelang petang
Aku mengikuti malam
Bersamaan desahan angin yang lembut, pelan bahkan kadang menggebu
Aku mengikuti malam
Yang kadang menampilkan kecerahan dan mendung dilangit yang pekat
Walaupun pekat namun kadang tak semarah kala itu
Suara gemuruh memaksa untuk mengorbitkan sang malam meski tak beradu dengan hujan
Aku mengikuti malam
Walau seandainya tanpa bulan dan bintang
namun tidak terkoyak ketika kesepian dan kesendirian itu menghujung ditelan arus
Aku mengikuti malam
Seperkian detik, menit per-jam
selalu dan selalu terbayang wajah seperti redup sinar bulan
Aku mengikuti malam
Semakin kuikuti, iapun tak menghilang
bersamaan dengan setiap aku terbangun dan memejamkan mata

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Si Perangkai Kata -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -