Posted by : Unknown Jumat, 27 Juni 2014



Main Cast : ZERO SBANT, HUNTER LORD, GRIPPIN HIERARKI, ROKY ZENDON dan JULIO EXPANT.
GENRE : Action of death
Rating ;-

-Kegelapan memang benar-benar ada , seperti sebuah penghancuran yang siap meletuk dikeheningan malam. Kegelapan itu kuat, seperti mesin penghancur yang jika kau katakan kau mati didalam sebuah jurang kehancuran.Bagaimana hidup bisa berbagi, jika engkau memilih untuk mengekang didalam satu sisi. Kehidupan benar-benar sungguh diluar batas, jika engkau terpaut hanya dalam satu kenikmatan, satu hasrat yang benar-benar menggoyah dan mengambang pada fikiran yang benar-benar tak bisa dibayangkan-
-ZH, sbant-
Suatu hari… disebuah dunia…
Hunter : “Aku ingin menceritakan sesuatu padamu, tuan…!?” (terduduk diatas sebuah kursi sambil merunduk)
Grippin : “Kau ingin menceritakan aku apa…?” (sambil menghisap rokok) –Hunter menarik nafas pelan-
Hunter : “Ini adalah cerita terbahagia dalam hidupku, bertemu dengan seorang pria. Nama-nya… Zero…, dan dia adalah seorang pemburu hadiah yang cukup terkenal”

THE SCENE OF STORY NOW…
Zero : “Apa kau yakin?, kau telah menemukan pria itu…?” (memasukkan tangan kiri kedalam saku celana, sementara tangan kanan memperbaiki letak kacamata yang bertengger di matanya)
Julio : “Iya… aku sangat yakin, akhirnya… aku menemukannya juga. Wajahnya, hampir tidak dikenali. Dan sepertinya… orang-orang sama sekali tak menyadari keberadaannya” (tertawa sambil menelaah poster-poster yang berserekan dihadapannya)
Julio : “Sejak aku nyaris mati oleh orang ini, sedetik-pun aku tidak bisa melupakannya. Dia dengan mata iblisnya yang penuh dengan kegelapan itu” (mengingat hal yang terjadi sebelumnya. Ketika dia-Julio- berhadapan dengan seorang penjahat dan penjahat tersebut menodongkan senjata api padanya. Tapi jelas saja, penjahat tersebut tidak membunuhnya, malah meninggalkan Julio yang tengah terkapar tak berdaya)
Julio : “Namanya… HUNTER. ‘WANTED dead or alive’… dan hadiah untuk penjahat super class A, bernilai jutaan dollar”
Zero : “Jadi… sampai sekarang, dia masih menjadi ‘most wanted’?, Ini baru namanya pembunuhan yangberarti… aku akan membunuhnya” (mengangkat pistol sambil memain-mainkannya)
Julio : “Aku tahu akan kemampuanmu tapi…, Hunter berbeda dengan penjahat-penjahat yang ada diluar sana” (sambil menopang dagu dengan tangan diatas meja)
Zero : “Aku tahu…, oleh sebab itu,,, aku memiliki cara ‘menguasai’
Julio : “Tidak ada orang yang lupa bagaimana nikmatnya menguasai orang lain bukan…? Kau juga begitu, tuan Zero Sbant”
Zero : “Tidak…, aku lebih mencari kesempurnaan dari pada kenikmatan itu, dan sempurnanya menguasai orang lain adalah dengan ‘membunuhnya’dengan merampas nyawa orang, berarti kita juga telah merampas seluruh kesadaran dan masa depan orang itu…” (tersenyum sinis)
Julio : “Orang itu sekarang, kabarnya tengah berada di sebuah gedung putih lantai dua… itu adalah tempat komunitas para drugs”
Zero : “Tempat persembunyian yang bagus…” (meninggalkan ruangan tersebut)
CUT TO…
Gedung Putih
Writers : “Tuan… tuan ingin apa?” (melangkah kearah Zero yang sudah memasuki tempat tersebut)
Zero : “Aku mencari seorang pria berambut hitam, kau kenal ini?” (mengeluarkan sebuah foto yang langsung dilihat oleh sang writers)
Writers : “Ow… Hunter?” (menunjuk tepat ketika seorang pria berambut hitam sambil menghisap rokok berjalan kearahnya)
Hunter : “Hei… Roky” (mendekat kearah Zero dan pria yang bernama Roky itu)
Roky/Writers : “Ada yang mencari-mu, aku tinggal dulu. Bye…” (menepuk bahu Hunter dan pergi meninggalkan keduanya)
Mereka duduk diatas sebuah sofa yang ada diruangan itu…
Zero : “Kenapa kau bekerja ditempat ini?” (sambil menghisap rokok)
Hunter : “Sebenarnya aku tidak bekerja, aku hanya menghabiskan waktu ditempat ini untuk mencari suatu hal yang menarik” (mengangkat kaki kanan dan menaruhnya diatas tumpuan kaki kiri)
Zero : “Tapi…”
Hunter : “Aku sudah bosan disini… apa kau mau bekerjasama denganku?” (berbisik ditelinga Zero)
‘Tidak salah lagi…’ ungkap Zero dalam hati.
Door… Door…
Suara tembakan terdengar ditempat itu yang dibarengi dengan berdirinya Hunter, sementara Zero hanya terduduk heran memandang wajah pria yang beraksi dihadapannya.
Roky/Writers : “Ada apa ini…?, apa yang kau inginkan?” (teriak Roky membuang puntung rokok-nya)
Hunter : “Yang tersisa ditempat ini, tinggal orang-orang yang berada dalam pengaruh obat-obatan. Zero…, kumpulkan uang dan barang-barang berharga milik mereka semua”(keluar dari ruangan tersebut dan diikuti oleh Zero dengan tatapan tak percaya)
‘Hebat…, dia melakukannya sendiri. Dia yang mencari musuh’ ungkap Zero memandang tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya.
Roky/Writers : “Hunter… kembali kau” (berteriak seperti orang gila)
Door… (satu tembakan menembus tubuh Roky)
Hunter : “Masa bodoh…” (berlalu dari tempat tersebut)
Scene of Jalanan/Jalan setapak/Jalan raya.
‘Pria ini masih menguasaiku sampai saat ini, dia berbeda dengan manusia lainnya. Kalau aku berhasil menguasainya betapa senangnya aku…’ ungkap Zero
Zero : “Apa rencanamu selanjutnya, Hunter…?” (memegang barang hasil curiannya)
Hunter : “Aku ingin ketempat yang layak…” (berbalik kearah Zero)
Zero : “Kenapa kau lakukan semua ini?, apa sebenarnya tujuan dan alasanmu?”
Hunter : “Aku hanya melakukan hal yang ingin aku lakukan saja…” (tersenyum kearah Zero)
Scene of Ruangan
Beberapa botol wine tersedia ditempat itu, beserta music-music DJ yang berputar menemani kedua pria itu.
Zero : “Uang kita sudah habis…”
Hunter : “Ambil saja dari orang lain… mau itu orang atau benda, hancurkan saja yang menghalangi aksi kita” (meneguk botol wine)
‘Dia terlalu bebas untuk melakukan apapun’ guram Zero dalam hati
Hunter mulai oleng karena pengaruh wine yang diminum terlalu banyak, kesempatan ini tidak akan disia-siakan oleh Zero, dia mulai mendekat lahan-perlahan ke tempat Hunter mencoba untuk mengambil pistol milik Hunter.
Hunter : “Pistolmu yang ini?... nih aku kembalikan” (menatap dengan sayu lalu menyodorkan pistol tersebut kearah Zero)
Zero pun mengambil pistol tersebut
‘Pria yang mengerikan…’ gumam Zero dalam hati
Keesokan harinya…
Scene of Jalanan
Zero : “Hunter… ada razia”
Hunter : “Iya aku tau…” (mensejajarkan tubuhnya dengan Zero)
Hunter : “Woy…” (mendekat kesegerombolan polisi)
Polisi : “ Aaah… kamu!?”CONT’D
Hunter : “Ada apa?”
Polisi : “Ada laporan dari masyarakat, kalau mereka telah melihat penjahat yang sedang buron disekitar tempat ini, dan sepertinya dia juga yang telah melakukan perampokan dan pembunuhan”CONT’D
Hunter : “Waaah… heheh, sudah ketahuan ya??”
Polisi : “Kau… jangan-jangan k-kau” (wajah ketakutan)CONT’D
Hunter : “Jangan menghalangi jalanku” (berbisik didekat telinga polisi)
Hunter : “Atau kau akan mati” (menarik beludru pistol, lalu… Door)
Pria itu menembak beberapa polisi yang ada dihadapannya dengan senyuman se-sinis mungkin.
Hunter : “Zero…, bunuh yang dibelakang”
Door, Door, Door…
Hunter : “Mereka sudah melihat wajah kita…, kalau tidak dibunuh akan merepotkan nantinya” (berbalik kearah Zero dan menembak satu polisi yang berada dibelakang Zero)
Hunter : “Ayo… Zero… kita pergi”
Zero : “Mau kemana…?” (berjalan dibelakang Hunter)
Hunter : “Kesuatu tempat… tempat yang bagus” (menaruh pistol diatas bahunya)
Zero : “Harga nyawamu makin lama, makin bertambah. Kufikir semua orang akan mengincarmu Hunter…”
Hunter mengalihkan pandangan sebentar kearah Zero, lalu sedetik kemudian memandang kedepan…
Zero : “Apa ini tidak terlalu berbahaya…?”
Hunter : “Kau takut…?”
Zero : “Tidak… maksudku…”
Hunter : “Kita akan ketempat yang lebih aman”
CUT TO
JALAN SEPI…
Josh : “Selamat datang tuan…” (membungkuk memberi hormat) CONT’D
Seseorang berlari mendekat kearah Zero…
Julio : “Jangan bergerak, lakukan apa yang aku perintahkan…” (menodong Zero dengan pistol di punggungnya)
Zero : “Kau…” (berdesis pelan)
Julio: “Jika kau ingin nyawa temanmu ini selamat, jatuhkan pistolmu…” ( mendorong Zero dan melangkah mendekat kearah Hunter)
Hunter berbalik, menatap kedua pria yang berada dihadapannya…
Julio: “Berpura-puralah kau tidak mengenalku. AKU sudah menduga, kalau dia akan ketempat ini. Kau berpura-pura menjadi temannya hanya untuk membuat dia lengah, bukan?. Kalau begitu… sekarang tembak dia, Zero…” (nada memerintah)
Hunter mengeluarkan pistolnya, dengan gerak lambat dia menurunkan pistolnya…
Julio : “Lihat…!, Hunter sekarang tanpa pertahanan sama sekali. Cepat tembak dia…”
Door…
Zero : “Maaf…” (menembak tepat dikepala Grippin)
Zero berbalik mengeluarkan pistol dan… dia lebih membiarkan penjahat itu hidup. Dan lebih memilih untuk membunuh partner kerjanya.
Door…
Suara itu kembali terdengar bersamaan dengan peluru yang menembus tubuh Zero sampai ketubuh Grippin.
Bough…
Zero terjatuh sambil memegang perutnya yang sudah dipenuhi dengan benda kental berwarna merah
Zero : “Kau sudah tahu ya…? Kalau aku sebenarnya mengincar nyawamu…” (memegang perutnya yang sudah dipenuhi dengan darah)
Hunter : “Jadi… kau mengincar nyawaku…?” (terduduk dihadapan Zero)
Zero : “Katakan padaku…, kenapa kau memilihku untuk bekerjasama dengan-muh?”
Hunter : “Karena…, mata-mulah yang memintanya. Apa kau menikmatinya?” (melepas kacamata yang bertengger dimata Zero, lalu memakainya sambil tersenyum sinis. Dan pergi meninggalkan pria yang sudah tidak berdaya itu)
The Story OFF
Grippin : “Jadi itu ceritamu yang membuatmu bahagia, hm…?” (membuang puntung rokok)
Grippin : “Sesungguhnya, tidak ada orang yang bisa menguasai orang lain… semua nyawa, dikuasai oleh yang namanya… takdir” (mengambil rokok dan menyulutnya dengan korek lalu menghisapnya kembali)
Hunter : “Ucapan anda memang benar tuan…” (memperbaiki letak kacamatanya, lalu berdiri…)
Hunter : “Terimakasih…” (Door… menembakkan peluru kearah pria yang ada dihadapannya. Seketika hening… dan dia pun pergi menghilang dikegelapan)


*THE END*

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Si Perangkai Kata -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -