Posted by : Unknown
Senin, 26 Mei 2014
Langit biru seperti hamparan permadani
yang begitu indah dalam bentangan tata surya.Di langit tertinggi penghias jagat
raya, sebuah tempat menyinari ruang angkasa yang begitu indah, tempat yang
istimewa untuk pengkabulan permintaan bagi para setiap makhluk yang berdo’a.
‘Toko ajaib Douzo-chan, berada dilangit
senja.Keinginanmu akan terkabul… asalkan kau tukarkan dengan milikmu yang
berharga’ begitulah sebuah suara yang menggema di tempat itu.
Terlihat sebuah bangunan kecil nan indah berada di tengah-engah laut Hoko.
>>>>
“Tears of moon maiden, bark of space,
kings of sandglass, nightmare candy, jam kelinci perak sayap bangau seribu tahun,Misa!!, sayap
bangau seribu tahun sudah di masukkan belum?” Atsuki, dia berjalan kearah Misa,
si pemilik toko Douzo-chan. Mungkin kalian tidak tahu siapa sebenarnya Atsuki,
baik… akan ku jelaskan, Atsuki adalah sebuah boneka kelinci, haha… mungkin
kalian heran, yep… itu memang
kenyataannya. Karena Misa memberikan Atsuki 1 butir bark of space, yang
berfungsi untuk membuat benda supaya bisa berbicara dan melakukan apa yang
manusia lakukan. Ya sudah hanya itu…
Lanjuuuut…!!!
“Atsuki…”
“Kalau dimasukkan ke teh hijau lalu
diminum, umur akan bertambah 100 tahun” ungkap Atsuki, dia mengambil gelas putih
yang berada di atas meja.
“Heh… Nani atte nayo? Kau kan tidak punya mulut, bagaimana cara minumnya?” sinis
Misa
“Aa...
yabai!!”Atsuki
tampak frustasi dengan kondisi yang seperti ini, dia berlari-lari dihadapan
Misa, Misa hanya geleng-geleng kepala.‘Dasar kelinci’ ungkap Misa dalam hati.
TING TONG
Sebuah suara bell pintu membuat
aktifitas mereka terhenti, Misa melangkahkan kedua kakinya menuju pintu depan,
diikuti oleh Atsuki yang meloncat-loncat di belakang nya.
“Ada tamu ya…, ohayou gozaimasu?” ungkap Misa menarik knop pintu berwarna coklat
tua itu.
“Eh…? Tidak ada siapa-siapa” teriak
Atsuki yang tengah meloncat-loncat mendahului Misa.
Misa terhenti ketika dia melihat
setangkai bunga berada di depan kakinya, hampir saja ia menginjaknya.
“Ada yang sedang memohon…” ucapnya
mengambil setangkai bunga putih itu dan mulai mencium aroma-nya.
‘Douka
kamisama, ada yang sedang
Jatuh cinta, Jatuh cinta… untuk yang pertama kalinya. Dengan orang yang
memainkan music yang indah.Tolong kabulkan permintaanku’ seketika sebuah
suara terdengar dari langit laut hoko yang membuat mata Misa dan Atsuki
memandang kearah hamparan langit yang gelap itu.
“Kita akan bersiap-siap untuk ke bumi
Atsuki, ada yang sedang memohon” ucap Misa dan disambut dengan aksi
loncat-loncatan Atsuki.
>>>>
“Keinginanmu akan segera terkabul…,
asalkan kau tukarkan dengan milikmu yang berharga. Apakah kau yang
memanggilku?, apa keinginanmu?” ucap Misa berjalan kearah sebuah pohon besar
yang berada di dekat rumah sakit Nakuta.
“Apa keinginanmu…?” lanjut Misa
“Aku pohon yang tak bisa berbunga.Aku
tidak punya kekuatan untuk itu.Tapi, suatu hari ada yang memberiku
semangat.Lewat alunan musik. Lagu indah, suara yang indah” suara pohon
tersebut, seakan suara music yang pernah ia dengar teringat kembali dalam
dirinya. Seakan ia menghayati alunan music dengan penuh khidmat.
“Anata no
doko ni kiku koto?” tanya Misa
“Asoko wa ano
byou’in desu, siapa dia?Aku ingin mengenalnya, ingin berada disampingnya, ingin
bicara dengannya” ungkap pohon tersebut.
“Hitomebore…, cinta itu
indah ya…, perasaan yang berkilauan” sela Atsuki menari-nari disamping Misa
“Hai’…, katakan
permintaanmu”
“Tasukete, jadikan aku
manusia”
Tring…
Tiba-tiba keluar benda berbentuk kendi
kecil transparan dan disampingnya dikelilingi bulan-bulan kecil dan sebuah
ranting yang melilit di bagian sisi kendi tersebut.
“Ini benda yang baru dikirim hari ini,
namanya Tears of moon maiden. Kalau meminum ini, kekuatan bulan akan
membantumu. Kau bisa berubah sesuai yang diinginkan. Efeknya sampai bulan
purnama berikutnya, 10 hari lagi” jelas Misa
“Tears of moon maiden terkenal, lho…”
lanjut Atsuki
“Prosesnya selesai dalam 10 hari, lalu
satu sihirnya akan muncul” tambah Atsuki
“Magic?”
“Summary… dan kau bisa
mejadi manusia” jelas Misa
“Ya… bisa ada disampingnya saja itu
sudah cukup, Chotto, berikan itu padaku”
“Demo, setelah 10
hari… sebagai gantinya aku minta daunmu yang hijau, boleh?” tawar Misa
“Hai’ sou
desu ne, ja..” ungkap pohon tersebut menggugurkan daun keringnya yang terus
berguguran.
“Ini surat kontraknya” ucap Misa
mengeluarkan sebuah lembaran kecil dengan motif bulan yang berada disisi-sisi
lembaran tersebut.
“Transaksi selesai”
“Arigato Gozaimasu” ucap pohon
tersebut
Akai Nagami
~Tadinya
hanya ada daun. Tapi, setelah mendengar musiknya… kuncup bunga bermunculan.
Beri aku sedikit lagi, semangat dan kekuatan untuk berbunga~
KazeHaru Tatsuno
~Aku
ingin melihat kuncup bunga itu mekar…~
>>>
Seorang gadis masih berdiri di depan
pintu bercat putih itu, mungkin sekitar setengah jam dia berada disana. Hatinya
belum tergerak untuk mengetuk pintu itu. DIA takut, malu akan ditolak oleh
seseorag yang berada di dalam tempat itu. Bunga yang berada ditangannya masih
terlihat segar, ‘Baiklah Hazuki, ini adalah kesempatanmu. Kau jangan seperti
ini atau kau akan menyesal’ gumamnya pada diri sendiri.
Tok tok tok
Dia mulai mengetuk pintu itu
“Dare?” terdengar
suara dari dalam, seakan membuat jantung-nya meloncat entah karena kaget atau
malah senang.
Pintu-pun terbuka, seorang pria dengan
stelan baju rumah sakit berdiri di hadapannya.
“Dare dda?
Apa... kau
ada urusan denganku?” tanya pria itu sambil melipat tangan dibawah dada.
“Wa,
watashi-wa, i..ini bunga untukmu!!” ucap gadis
itu gelagapan sambil merunduk menyodorkan bunga ke hadapan pria itu.
“Aku tidak butuh” ketus pria itu
“Eh…!?”
“Aku tidak mau bunga… dari orang yang
tak dikenal.Pulanglah” usirnya dan langsung menutup pintu ruangannya.
Gadis itu hanya menatap pintu yang sudah
tertutup dengan kerasnya, beberapa detik kemudian sebuah benda bening keluar
dari kelopak matanya yang kemudian membentuk anakan aliran sungai yang
deras.Gadis itu kemudian berlari keluar dan berhenti tepat di dekat sebuah
pohon jelmaannya.
“After servis took Douzo-chan, eh… Ommanikka?” tanya Atsuki yang tidak sengaja berpapasan dengan
gadis yang tengah terisak di bawah pohon .
“Aku tidak mau menemuinya
lagi.Keterlaluan, kenapa music indah bisa keluar dari orang yang seperti itu? Watashi wa ano hito ga daikirai desu” teriak
Hazuki-nama gadis itu.
“Pasti ada kesalahan…” dia tercengang
ketika melihat Misa melangkah kearahnya.Misa-gadis itu tiba-tiba muncul dan
tiba-tiba menghilang.
“NamanyaHaru.
Umur 17 th, artis dan pencipta lagu. Walaupun masuk rumah sakit, dia tetap bermain
music.Setelah mendapat izin, dia membawa alat musiknya ke rumah sakit. Musik
yang kau dengar… memang berasal darinya” lanjut Misa
“Dengar…”
Suara dentuman piano begitu indah
membawakan syair lagu yang begitu merdu kembali terdengar di dalam rumah sakit
itu.
“Musik yang indah, kan?, Perasaan dan
keinginanmu untuk menjadi manusia , takkan tersampaikan. Apa itu tidak
apa-apa?” tanya Misa
“Eh… Tadashii. Musik yang indah. Aku ingin mengatakan terimakasih karena dia sudah
membuatku bersemangat” lanjut Hazuki
Later
on >>>
Brak…
Suara gerbakan pintu yang dipaksa untuk
dibuka terdengar begitu keras dan mengejutkan seseorang yang tengah berada di
dalam ruangan itu.
“Hajimemashita,
namaewa Akai Nagami desu.Ini bunga untukmu.Watashi wa
Ongaku ga daisuki desu.Arigatou , karena
membuatku bersemangat. Domo arigato gozaimasu” cerocos Hazuki lalu berlari
keluar.
“Anak itu… apa-apa’an dia?” desis Haru, heran dengan apa yang terjadi barusan.
“Besok aku datang lagi, Ja, mata ashita”
“Eh… Chotto matte…”
‘Aku
sudah memperkenalkan diri, Sugoi…’ gumamnya Dia
pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu sambil tersenyum-senyum bahagia.
SKIP >>>
Akai Nagami
View’s
Aku berada di tengah-tengah koridor
rumah sakit, banyak para suster dan dokter lalu-lalang ditempat ini. Senyumanku
masih terus mengembang dari kemarin hahaha… Hari ini aku akan menjenguknya
lagi.
“Sepertinya Haru
sudah tidak bisa lagi untuk bermain musik, dakara…”
“Wakarimashita..., kita akan
mencari penggantinya”
Tak sengaja aku mendengar ocehan dari
dua pria paruh baya yang baru saja keluar dari ruangan Kana.Nani? Haru akan berhenti
bermain? Iie, Arienai. Aku melihat Haru duduk didepan
piano yang berada di atas meja.
“Konnichiwa…” sapaku
“Oh… kau datang lagi?” ucapnya menoleh
kearahku, aku melangkahkan kaki-ku ke arahnya.
“Aah i-iya… Kau… tidak bisa main lagi
ya?” tanyaku, mungkin dia terkejut atau hanya entahlah… Dia bersedih.
“Hee… seseorang akan menggantikan-ku.Aku
anggota pendukung TUR IDOLA, mestinya aku berkeliling jepang.Tapi karena sakit…
dengan gampangnya aku diganti” dia merunduk menatap piano panjang yang ada di
hadapannya.Beberapa detik kemudian dia berdiri mendekat kearah jendela.
“Siapa saja… bisa menggantikanku!!”
ucapnya memukul dinding yang ada di hadapnnya.
“Iiie…” jeritku, aku tidak tega jika
melihat Haru seperti ini. Entahlah apa yang
sebenarnya terjadi padaku. Bunga yang berada di tanganku hampir saja terjatuh.
“Bunga itu… Dari pohon itu ya?” tanya
Kana mengalihkan matanya kearah bunga yang kupegang
“A... hai’, hanya ada
kuncupnya.Bunganya tidak mekar” jelasku.
“Desu kara… pohon itu sakit, mungkin
akan diganti dengan pohon lain” ucapnya.
“Eh..”Nani?
Iie, Iiiieeee.... Itu sama saja
akan membunuhku bahkan melenyapkanku dari dunia ini.
“Sama.Jadi tidak berguna karena sakit.
Kami senasib” ucapnya memandang pohon kering yang berada di depan ruangannya.
“Kalau pohon itu berbunga… apa kau akan
sehat?” tanyaku
“Eh…?”
“Pohon itu, saat ini memang tidak bisa
berbunga. Tapi, dia akan berusaha. Suatu saat, kuncupnya akan bermekaran. Oleh
karena itu… agar pohonnya berbunga, dan sehat… Kana harus memainkan music” ucapku,
Haru melangkah kearahku.Kamisama… kore wa?, kenapa
jantungku berdegup dengan cepat, rasanya sangat aneh. Seperti ribuan kupu-kupu
menari-nari di atas bunga matahari di dalam hatiku.Aneh bukan?
“Aku pulang, Dagh…” ucapku langsung.
“Hei…”
“Ya…?” aku berbalik
“Apa besok, kau akan datang lagi?”
Whoa,,, ini semakin membuatku bahagia
“Iya, besok dan juga lusa”
~Selama
10 hari aku akan hidup untukmu,Haru~
>>>>>>>>>>>>>
“Kore wa nan
desu ka?”
“CD, milikku”
Mereka - Akai
dan Haru – menonton pertunjukkan live Haru, sesekali Akai tertawa karena
bahagia melihat Haru bernyanyi dengan lagu-lagu yang
ia ciptakan.
“Sugoi, pertunjukkan livenya hebat” ucap
Akai dengan wajah yang berbinar-binar
“Arigato gozaimasu…”
“Apa hari ini tidak main?”
“Ehem, honorku mahal lho…”
“Eh, apa perlu honor”
“HEHEHE…”
“Yah sebentar lagi aku akan main” ucap Haru mendekat kearah Akai
dan mengambil beberapa helaian rambut Akai dan
memegangnya lembut.Blush, pipi Akai memerah.Disaat
sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba tangan Haru kaku.
Dilain tempat…
“Indah sekali ya Misa…” ucap Atsuki yang
tengah menikmati pemandangan yang tak jauh dari jangkauan penglihatan Misa dan
Atsuki.
“Misa-chan?” panggil Atsuki karena sama
sekali tidak mendapat respon dari Misa.
SKIP >>>
“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu Akai, ini mengenai Haru” ucap Misa
ketika Hazuki telah sampai di bawah pohon-nya.
“Hah? Dostha no?”
“Tangannya sedikit demi sedikit tidak
bisa di gerakkan akibat penyakit diotaknya.Haru…
tidak akan bisa main music lagi. Walaupun kau menjadi manusia, waktumu untuk
bersamanya… hanya sedikit” jelas Misa
“Masak a...
Iie” ucap Akai, dadanya serasa sakit mendengar pernyataan yang ditimpakan pada
Haru.
Akai Nagami
~
Awalnya… yang kusukai adalah musiknya, sekarang… ~
“Akai?, ada apa kau
malam-malam ditempat ini?” tanya Haru yang tiba-tiba
muncul di tempat itu.
“Pohon ini tidak pernah berbunga.Tapi,
ketika mendengar music Haru… kuncup
bunganya mulai muncul.Karena jadi bersemangat setelah mendengar musikmu.Aku
jadi ingin mengenalmu. Karena ingin bicara denganmu, aku menjadi manusia”
terang Akai
“Nani?”Haru terkejut mendengar pernyataan Akai
“Aku… ingin berbunga untukmu.Anata no koto ga suki desu” ungkap Akai
“Akai…” Haru mendekat kearah Akai
dan memegang pipi Akai lembut.
“Meskipun… kau ini pohon atau bunga, aku
juga suka padamu” ungkap Haru, senyuman manis
terukir di bibir keduanya. Haru semakin
mendekat kearah Akai dan mengecup pucuk kepala Akai lembut ditemani dengan bulan purnama yang terlihat
begitu terang.
Tiba-tiba…
Bough
“Haru…” teriak Akai
“Satu sihirnya akan muncul, kalau
prosesnya selesai.Kumohon… berikanlah nyawaku untuknya.Karena bila tidak ada Haru, aku tidak ingin menjadi manusia. Musik yang ia
ciptakan… yang ia mainkan… sangat kusukai. Anata ga suki” Buliran bening jatuh membentuk anakan sungai di wajah Akai, tak lama kemudian dia-pun memejamkan mata dan
detik berikutnya, sosok Akai telah
menghilang.
Sou desu ne, ja...
Digantikan oleh
guguran bunga sakura. Dan saat itu juga Haru pun tersadar
dan melihat bunga sakura berjatuhan…
“Bunga-nya mekar, berwarna putih.Sugoi” ungkap Haru kagum.
“Akai?Akai wa doko ni imasuka? Akai?” teriak Kana ketika tersadar akan ketidakhadiran Akai
TOKO DOUZO-CHAN
“Hiks… hiks…”
“Atsuki, kau mau
menangis sampai kapan? Hm…?” tanya Misa yang sudah bosan dengan tingkah konyol
Atsuki
“Dasar Misa tidak punya perasaan”
“Sorena
sinpainai. Dai-jou-bu...”
“Demo...
Kawaisou ni” ucap Atsuki meneteskan air mata
>>>
Later on…
“Kau harus datang lagi untuk
pemeriksaan.Tapi tak usah khawatir, tumornya sudah tidak berbahaya.Entah
kenapa…” jelas dokter Rin, dokter pribadi Haru.
“Mungkin ini mukjizat” ungkap Haru.
Seketika matanya tertuju pada pohon yang
ada di dekat ruangannya.
“Desu kara… pohonnya berbunga”
Haru berlari
kearah pintu dan menuju kea rah pohon yang terus berguguran.
“Akai?” teriaknya
ketika melihat seorang gadis tengah berdiri di bawah pohon, gadis itu-pun
berbalik.
“Aku suka musikmu. Ng… mau-kah kau
memainkannya lagi?” tawar Akai
“Hai’..” ucap Haru riang dan langsung memeluk Akai.
Mereka tertawa bahagia, sementara di
Douzo-chan.Atsuki terlihat ikut bahagia saat menyaksikan ke-romantisan pasangan
itu.
“Misa, Doshte?”
“Karena perjanjiannya adalah daun.Jadi,
bunga-nya terlalu indah untuk aku terima.Tuangkan teh hijau.Hari ini kita akan
makan besar” perintah Misa.
“Huh!! Yokatta, yokatta... Demo, sayap seribu bangaunya telah habis untuk
pencampurannya”
END
